wibiya widget

Rabu, 23 Februari 2011

Kepemimpinan

Dalam organisasi diperlukan manajemen yaitu untuk mengatur, mengkoordinasikan semua tugas yang dilakukan oleh orang-orang dan mengarahkannya kepada tujuan yang hendak dicapai. Supaya unsur-unsur manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkan, maka manajemen harus ada yang mengatur yaitu seorang pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui intruksi dan persuasi.
KEPEMIMPINAN
1.Definisi kepemimpinan :
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan.
Menurut stoner Manajemen Kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga implikasi penting, pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain ( bawahan atau pengikut ), kwalitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan pembagian yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya anggota kelompok atau bawahan secara tidak langsung mengarahkan kegiatan pimpinan. Ketiga kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh. Dengan kata lain seorang pimpinan tidak dapat mengatakan kepada bawahan apa yang harus dikerjakan tapi juga mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintah pemimpin.
2.Tujuan Kepemimpinan
Tujuan kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan organisasi (tata kerja bidang) yang dinamis, terkendali guna mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.




Perilaku Pemimpin:
1. Fungsi-fungsi Kepemimpinan
Perilaku pemimpin mempunyai dua aspek yaitu fungsi kepemimpinan (style leadership). Aspek yang pertama yaitu fungsi-fungsi kepemimpinan menekankan pada fungsi-fungsi yang dilakukan pemimpin dalam kelompoknya. Agar berjalan efektif, seseorang harus melakukan dua fungsi utama yaitu : 1) fungsi yang berkaitan dengan pemecahan masalah dan 2) fungsi-fungsi pemeliharaan (pemecahan masalah sosial). Pada fungsi yang pertama meliputi pemberian saran pemesahan dan menawarkan informasi dan pendapat. Sedangkan pada fungsi pemeliharaan kelompok meliputi menyetujui atau memuji orang lain dalam kelompok atau membantu kelompok beroperasi lebih lancar.
2. Gaya-gaya Kepemimpinan
Pada pendekatan yang kedua memusatkan perhatian pada gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan meliputi 1) Gaya dengan orientasi tugas dan 1) Gaya berorientasi dengan karyawan. Pada gaya yang pertama pemimpin mengarahkan dan mengawasi melalui tugas-tugas yang diberikan kepada bawahannya secara tertutup, pada gaya ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan daripada pengembangan dan pertumbuhan karyawan. Sedangkan gaya yang berorientasi pada karyawan lebih memperhatikan motivasi daripada mengawasi, disini karyawan diajak untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan melalui tugas-tugas yang diberikan.

Unsur-unsur kepemimpinan
a. Adanya pemimpin
Unsur pertama dari kepemimpinan adalah adanya pemimpin; yakni seseorang yang mendorong dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain. Sehingga tercipta hubungan kerja yang serasi dan menguntungkan untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
b. Adanya pengikut
Adanya pengikut; yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat dorongan atau pengaruh sehingga bersedia dan dapat melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu
Adanya sifat ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh pemimpin yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong dan ataupun mempengaruhi seseorang atau se kelompok orang.
d. Adanya situasi dan kondisi tertentu
Adanya situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan terlaksananya kepemimpinan. Situasi dan kondisi yang dimaksud dibedakan atas dua macam: pertama, situasi dan kondisi yang terdapat didalam organisasi; kedua, situasi dan kondisi yang terdapat di luar organisasi yakni lingkungan secara keseluruhan.

Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan.Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain.
Globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Dapat dilihat dari pengertiannya, globalisasi menghubungkan antarbangsa dan manusianya sendiri. Kita dapat mengambil contoh globalisasi dari perdagangan di Indonesia. Sampai saat ini banyak barang-barang luar negeri yang terdapat di Negara kita. Secara tidak langsung barang-barang luar negeri yang terdapat di Indonesia menyebabkan Negara kita menjadi miskin. Mengapa demikian? Karena pendapatan masyarakatnya sendiri sebagian diserahkan kepada Negara lain melalui pembelian barang-barang tersebut.
Disamping itu, globalisasi mempunyai pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Berikut ialah pengaruh positif maupun negatif dari globalisasi:

• Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

• Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Demi mempertahankan kesejahteraan Negara kita dari pengaruh negatif globalisasi, kita dapat mengantisipasinya dengan cara berikut:
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Selasa, 28 Desember 2010

Terumbu Karang



Terumbu Karang Warisan Kekayaan

Keindahan bawah laut, merupakan surga tersendiri buat para divers. Hewan laut yang nggak biasa dan warna-warni terumbu karang nggak ada yang bisa mengalahkan keindahannya. Hal yang membanggakan lagi, di Negara kita terbentang 51.000km2 hutan terumbu karang, ini merupakan 21% dari seluruh hutan terumbu karang yang ada di seluruh dunia! Sayangnya, kekayaan alam yang tiada duanya ini, terancam kepunahannya. Ini artinya kepunahan biota laut lain, termasuk ikan dan juga erosi pantai, mengancam kehidupan kita.

Terumbu karang adalah the largest living structure on the planet dan termasuk ekosistem tertua yang hidup di bumi. Sekalipun hanya menutupi kurang dari 1% permukaan bumi, tapi terumbu karang merupakan rumah bagi 25% spesies ikan laut yang ada. Selain itu, 500 juta manusia menggantungkan hidupnya pada terumbu karang untuk mencari makan.
Wilayah timur perairan Indonesia masuk kedalam kawasan segitiga karang Dunia dimana Raja Ampat di perairan Papua merupakan jantung-nya. Dilihat dari spesies yang ada, disini terdapat 283 jenis ikan 1.074 spesies ikan, 699 jenis moluska, 5 jenis penyu, dan merupakan keberadaan 75% terumbu karang di segitiga karang dunia.
Selain melindungi pantai dari ombak besar yang menimbulkan erosi, terumbu karang menghasilkan oksigen bagi semua mahluk hidup di perairan, juga sudah dipakai sebagai pengobatan kanker, HIV, jantung korner, penyakit kulit, bahkan kerangka berkapurnya dipakai dalam proses pencangkokan tulang manusia.
77% dari seluruh terumbu karang di Asia Tenggara dan 40% rumput lautnya, terdapat di perairan Indonesia dan Fillipina. Sementara itu 88% dari terumbu karang, 85% hutan mangrove, dan lebih dari 50% dari rumput laut yang ada didalamnya telah terancam punah akibat ulah manusia.
Saat ini diperkirakan 10% dari terumbu karang yang ada di dunia dalam kondisi sangat rusak dan bahkan kemungkinan tidak dapat dipulihkan kembali. Dalam kurun waktu 20 tahun kedepan, apabila tidak ada upaya pelestarian intensif, maka diperkirakan 30% yang ada dalam kondis baik akan mengalami nasib yang sama. Jika kerusakan terus meningkat, pada tahun 2050 nanti, 70% dari seluruh terumbu karang di dunia akan punah.
Menurut data dari program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia atau Coral Reef Rehabilitation Management Program Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (COREMAP LIPI) tahun 2002, hanya sekitar 6,83% terumbu karang dari jumlah 85.707km2 terumbu karang yang ada di Indonesia berpredikat sangat baik. Terumbu karang yang sangat baik tersebut tersebar di 556 lokasi.
Selama satu tahun rata-rata karang hanya dapat menghasilkan batu karang setinggi 1cm saja. Jadi, selama 100 tahun karang batu hanya tumbuh setinggi 100cm. Jika kita merusak karang setinggi 5 meter, maka akan dibutuhkan waktu selama 500 tahun untuk kembali seperti kondisi semula.
Penyebab utama rusaknya terumbu karang, karena kegiatan menangkap ikan (over-fishing dan destructive-fishing seperti menggunakan bom atau potas), pengerukan pasir pantai sebagai bahan bangunan, pengurukan untuk pembangunan lahan, penebangan hutan dan pohon di sepanjang aliran sungai, serta pemutihan karang (coral bleaching) akibat pemanasan global dan pembuangan limbah ke laut. Sejak El Nino 1998, coral bleaching diperkirakan akan terus terjadi selama 20-25 tahun.


Mari kawan-kawan kita cintai bumi ini dengan melestarikan terumbu karang, demi anak cucu kita nanti…(^_^)

Contact Lense

Contact Lense Fever

Sob, jaman sekarang udah bukan pemandangan aneh lagi bila kamu lihat temanmu yang sama-sama orang Indonesia asli dengan warna kulit sawo matang, matanya berwarna biru. Bahkan warna mata cokelat, hijau, sampai yang ekstrim, seperti warna ungu atau merah, bisa saja kamu jumpai pada saat-saat tertentu. Misalnya dalam event pesta kostum atau atraksi pensi. Yap! punya mata berwarna-warni di jaman sekarang memang bukan hal yang mustahil lagi. Thanks to contact lense technology.

Meski pake lensa kontak memang keren dan bisa bikin lebih pede. Sebetulnya aman ga sih?
Atau ada bahaya apa saja yang mungkin terjadi akibat pemakaian lensa kontak?
Kita mesti tau nih informasi tentang si lensa kontak.

Pertama, kita mesti paham dulu ihwal kontak lensa itu sendiri. Lensa kontak adalah "benda asing" bagi mata, karena ia ditempelkan pada kornea. Lensa kontak terdiri dari dua jenis: lensa kontak lunak (soft contact lense) yang berkadar air tinggi, dan lensa kontak keras (rigid contact lense).
Efek pemakaian lensa kontak itu sendiri berbeda-beda pada pada setiap orang. Soalnya, ini tergantung pada reaksi tubuh saat menerima masuknya benda asing itu ataupun pengaruh alergi (yang kemungkinan bisa timbul), yang tentunya berbeda pada setiap individu. Intinya, lambat atau cepat reaksinya, mata kita memang terganggu dengan pemakaian lensa kontak. Apalagi kalau dipakai dalam jangka waktu panjang (seharian) dan selama bertahun-tahun.

Akibat apa saja yang bisa terjadi pada mata?
1. Pengaruh pada Kelopak Mata:
• Otot kelopak bisa jadi mengalami gangguan, karena kerjanya bertambah. Kelopak atas bisa terkesan jadi lebih randah dan mata terlihat lebih mengecil (pseudoptosis).
• Gesekan yang terus menerus antara selaput bagian dalam kelopak mata bagian atas dan lensa kontak, baik lensa yang lunak maupun lensa yang keras, bisa menimbulkan konjungtivitis kronis yang disebut GPC (giant papillary conjunctivitis).
• Deposit atau kotoran tak kasatmata yang melekat pada lensa kontak dapat menjadi antigen, pencetus reaksi radang. Akibatnya bisa menjadi penebalan mata, timbul bintik-bintik yang makin lama makin besar pada lapisan kelopak, disertai rasa gatal, berair, merah, banyak kotoran mata, bahkan bisa membuat rabun.
• Lensa kontak keras ada kalanya terjepit diantara kelopak mata. Ini dapat merangsang timbulnya peradangan , pembentukan kista, melukai mata, bahkan infeksi konjungtiva.

2. Pengaruh pada Lapisan Air Mata
Lapisan air mata tuh penting untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan mata. Fungsi air mata antara lain untuk membersihkan debu atau kotoran yang masuk ke mata, dan sebagai pelumas agar mata terasa nyaman. Juga untuk memberi suplai oksigen, nutrisi, dan antibody, yang merupakan daya pertahanan mata terhadap kuman infeksi. Lensa kontak yang kita pakai ternyata bisa sangat mengganggu lapisan air mata ini. Pada lensa kontak jenis lunak, ia bersifat mengandung kadar air tinggi. Untuk mempertahankan kadar air tersebut, lensa kontak ini justru akan makin banyak menyerap air mata sehingga mata jadi terasa kering, perih, gatal, atau terasa seperti ada pasir yang mengganjak di dalamnya. Lama-lama mata bisa jadi merah. Jika dibiarkan berlarut-larut dengan kita memakai lensa kontak setiap hari, ini bisa menimbulkan kerusakan sel-sel kornea dan infeksi.

3. Pengaruh pada Kornea
• Kekurangan oksigen pada mata (hypoxia).
Mata juga memerlukan oksigen, yang sebagian diperoleh langsung dari udara melalui lapisan mata. Lensa kontak ibarat perisai buruk, yang justru akan menghambat aliran oksigen ke kornea mata. Apalagi jika lensa kontak dipakai saat tidur. Sel permukaan kornea bisa lebih cepat rusak hingga timbul pembuluh darah baru dan menipiskan kornea. Daya tahan kornea mata terhadap kuman infeksi pun akan menurun (ischaemic).
• Trauma yang mungkin trejadi saat pemasangan atau pelepasan lensa kontak (meskipun kecil, misalnya terasa sakit saat jari kita memasang lensa kontak ke mata) ternyata tidak menutup kemungkinan menimbulkan infeksi pada permukaan mata.
• Alergi bisa terjadi pada kornea, akibat bahan kimia yang terkandung dalam cairan lensa kontak. Mata menjadi merah, bengkak, berair, dan terasa perih.
• Infeksi kornea mata yang disebabkan oleh kuman pseudomonas, jamur atau acanthamoeba, bisa timbul bila kita terlalu sering memakai lensa kontak. Soalnya, daya pertahanan mata sudah sangat menurun. Kalau sudah terkena infeksi seperti itu, pengobatannya butuh waktu yang lama dan harus intensif dilakukan. Jika tidak, mata bisa terancam buta. Nggak mau doong!

Koq jadi serem ya? Terus apakah kita nggak bisa ikut-ikutan bergaya keren memakai lensa kontak? Nggak usah jadi parno juga, sih. Asal kita mengikuti saran pencegah efek negative berikut ini. Kita boleh koq pakai lensa kontak.

What to do:
• Rajin membersihkan deposit alias kotoran apapun pada lensa kontak sesuai petunjuk dan dengan kondisi tangan yang steril. Terutama saat akan dipakai dan saat setelah dipakai (jangan menunda-nunda, ya).
• Kurangi jam pemakaian lensa kontak. Usahakan tidak memakainya seharian, apalagi jika dalam periode bulanan hingga tahunan.
• Beli lensa kontak hanya di optik terpercaya, atas rujukan dokter. Pilih lensa kontak yang betul-betul terasa nyaman saat kamu gunakan, sekalipun kamu berniat memakainya Cuma buat gaya-gayaan. Kalau ada reaksi alergi seperti mata merah, tandanya mata kamu nggak cocok dengan lensa kontak tersebut.
• Beri perhatian pula pada cairan pembersih lensa kontak. Cairan pembersih lensa kontak yang masih tertinggal di dasar lensa kontak bisa menimbulkan kerusakan sel permukaan kornea. Juga perhatikan kandungan bahan cairan: Hidrogen Peroksida bisa menimbulkan gelembung pada lapisan kornea yang berpotensi membuat penglihatan rabun secara permanen, desinfeksi dan bahan pengawet thimerosal juga berpengaruh negative terhadap sel kornea mata.
• Kalau terlanjur timbul reaksi negative pada mata, segera kunjungi dokter mata. Dokter akan member terapi dengan obat tetes anti-alergi, anti-inflamasi, atau anti-infeksi, untuk menekan reaksi yang timbul tidak bertambah berat.

Tetap waspada ya kawan…!

Senin, 27 Desember 2010

Pori-pori

Make My Pore Smaller Please…..
Girls, problem yang sering kita dengar adalah seputar pori-pori wajah yang besar dan kulit wajah yang berminyak dan mudah berjerawat. Bener nggak? Tapi sebenarnya problem ini bisa dihilangkan, lho!
Ada baiknya kita tahu dari awal nii…
• Apa sih pori-pori itu?
Pori-pori adalah semacam kantung yang terdapat pada lapisan atas kulit. Temapt dimana kelenjar minyak memproduksi minyak wajah supaya kulit terhindar dari kekeringan.
• Di daerah wajah mana pori-pori terlihat lebih besar?
Pori-pori akan terlihat lebih besar ditempat dimana kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Biasanya di daerah dahi, dagu, dan hidung (t-zone) .
• Dapatkah pori-pori membuka dan menutup?
Tidak, karena pori-pori tidak memiliki jaringan otot. Jadi ketika dinyatakan air dingin atau air es bisa menutup pori dan air hangat bisa membuka pori adalah tidak benar. Yang benar kalau air dingin bisa mengurangi produksi kelenjar minyak yang berlebih. Begitu juga dengan air hangat, yang bisa merangsang kelenjar minyak untuk berproduksi lebih, sehingga seakan-akan pori terlihat membesar.
• Apa penyebab pori-pori terlihat membesar?
Pori-pori yang besar bisa berasal dari keturunan, jadi kalau kulit kita berminyak, maka minyak akan terperangkap di dalam pori dan kulit, sehingga menyebabkan kulit terlihat kusam. Selain itu sinar matahari berlebih juga bisa menghilangkan elastisitas kulit, sehingga menyebabkan pori mulai meregang dan membesar.
• Bisakah pori-pori mengecil?
Tidak ada satupun solusi yang bersifat permanen untuk mengecilkan lubang pori-pori.
• Bagaimana dengan produk-produk pore minimizer?
Pada dasarnya cara kerja pore minimizer adalah membuat pori-pori lebih bersih sehingga akan terlihat lebih kecil. Hasil ini bisa efektif jika produk tersebut digunakan secara teratur.
• Kalau pori-pori kita besar, boleh pakai pelembab?
Boleh, pelembab yang oil-free dan mengandung vitamin C sangan dianjurkan. Produk pelembab ini dapat merangsang produksi sel-sel kulit baru sehingga tampilan pori-pori terlihat lebih mengecil dan kulit terasa lebih halus.
• Apakah kita perlu ke dokter kulit untuk mengecilkan pori?
Hanya jika pori-pori kita sudah sangat tertutup oleh komedo dan susah untuk dibersihkan sendiri. Produk yang dijual di pasaran pun banyak yang tidak efektif membuat pori-pori kita menjadi lebih bersih. Dan biasanya dokter akan member obat untuk membersihkan komedo tersebut serta lakukan facial untuk pengeluaran komedonya.

Check your pore ya girls… 