wibiya widget

Sabtu, 03 Desember 2011

Kita adalah Manusia


Selama sembilan bulan manusia berada di ruangan yang sangat gelap gulita, pengap tidak ada udara, dan juga sempit. Hanya mampu memejamkan mata, berputar mengikuti ruangan yang tersedia. Kalau saja bisa teriak mungkin ia akan berbicara " tolong segera bawa saya dari tempat yang sempit ini" tetapi apa daya, manusia belum mampu melakukan hal yang maksimal. Manusia sangat lemah ketika berada di dalam perut, begitupun ketika ia keluar dari kandungan seorang ibu. Ya, manusia terlahir sangat lemah, hanya mampu menangis dan menangis tanpa berkata apapun.
Ketika manusia pertama kali menghirup udara dunia, ia berkata dalam hatinya "saat ini aku telah bebas dari ruangan gelap nan sempit, bahagianya aku dapat menyentuh dunia" dan lagi ia hanya bisa berbicara dalam hatinya, atau mungkin hanya lewat tangisanlah ia dapat menyampaikan apa yang ia rasakan. Lalu apakah hanya dengan tangisan manusia dapat mengekspresikan apa yang ia rasakan? tidak selamanya tangisan akan melekat pada diri kita, tangisan bukanlah kunci dari segala sesuatu yang kita rasakan.
Pada dasarnya manusia memang lemah, tetapi tidak selamanya manusia seperti itu. Kita bisa menjadi sesosok yang sangat kuat, sangat hebat. Perjuangan kita dari awal yang terlahir sebagai manusia yang lemah bukanlah sesuatu yang sangat mudah, bukanlah sesuatu yang sepele atau tidak bernilai. Perjuangan kita untuk tumbuh menjadi seorang manusia yang sempurna adalah hal yang paling berharga, perjuangan kita menjalani hidup ini dengan berbagai tantangan dan rintangan mampu kita lewati dengan kesabaran dan kegigihan kita. Kita mampu menjadi seorang manusia yang berguna bagi siapapun, kita kuat dan hebat karena kita adalah manusia.

Jumat, 02 Desember 2011

Tentang Headphone Nih!!!

Hello kawula muda, mau berbagi info sedikit nih tentang headphone. Semua pasti udah pada tau ya headphone itu apa, dan pastinya udah pernah menggunakannya juga kan? Ya, kayanya kurang lengkap kalau kita mendengarkan musik tanpa menggunakan headphone, apalagi di tempat keramaian. Headphone memang paling nyaman digunakan saat kita mendengarkan musik, berasa enjoy banget kalo mendengarkan musik. Kita bisa nyanyi sesuka hati tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, berasa dunia milik sendiri deh, heeheee…..
Naaahh selain kita sebagai pengguna headphone, kita juga harus tau nih dibalik nama headphone itu kira-kira ada apa sih? Aman ngga ya untuk pendengaran kita kalau terus-terusan menggunakan headphone?
Begini lho teman-teman, ternyata menggunakan headphone selama 1 jam itu akan membuat bakteri yang ada di telinga kita berkembang biak lebih banyak.
Waaahhhh ternyata selain headphone itu nyaman digunakan, dya juga bisa menimbulkan sesuatu yang kurang baik bagi kesehatan kita ya. Nah teman harus lebih berhati-hati ya dalam menggunakan headphone ini, dan yang pasti harus tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan alat indera yang kita miliki terutama telinga. Enjoy it friends ;)

Kamis, 17 November 2011

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Suatu Produk

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Dalam perilaku konsumen terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pemilihan/pembelian suatu produk, diantaranya yaitu kebudayaan, faktor sosial, pribadi, psikologis. Sebagian faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan oleh pemasar tetapisebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut mempengaruhi pembelian konsumen. (Kotler 2001:144)
Berikut ini contoh faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih produk televisi Samsung LCD berdasarkan faktor budaya, psikologi, dan sosiologi.

Faktor Budaya


Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi,keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Kebudayaan merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar untuk mendapatkan nilai, persepsi,preferensi dan perilaku dari lembaga-lembaga penting lainnya.
Faktor budaya adalah salah satu pengaruh yang paling berdampak luas dalam perilaku konsumen. Pustakawan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya tersebut,dan juga sub-budaya,dan juga kelas sosial pembeli. Budaya memegang peranan yang sangat penting didalam perilaku konsumen dalam memilih produk televisi Samsung LCD.

Faktor Psikologi

Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpamengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya padawaktu yang akan dating. Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi faktor psikologi yang penting seperti motivasi, kebutuhan yang cukup untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan.
Motivasi adalah dorongan. Asumsi bahwa keadaanterdorong/munculnya dorongan pada organisme dipicu oleh mekanisme – mekanisme hemeostatik dalam tubuhnya. Dan sebagaimana yang akan kita lihat, dorongan memiliki kaitan yang erat dengan kebutuhan – kebutuhan organisme. Jika organisme mengalami keadaan kekurangan fisiologis/mengalami kebutuhan – kebutuhan, dorongan – dorongan untuk mengembalikan keadaan fisiologis itu akan aktif pada organism tersebut (Woodworh dan Schlosberg, 1954). Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhantersebut. Maka dari itu faktor psikologi inipun yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk yang dipilih seperti televisi Samsung LCD.

Faktor Sosial

Kelas sosial merupakan Pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa. Kelas sosial ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel lain. Dalam beberapa sistem sosial, anggota dari kelas yang berbeda memelihara peran tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial mereka.
Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi faktor-faktor social seperti kelompok, keluarga, maupun peran/status. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapatmembuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembeliankonsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsungterhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari.Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran danstatus pemakainya. Faktor social inilah yang juga mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih suatu produk televisi Samsung LCD.

Minggu, 23 Oktober 2011

Kemanakah Inspirasi???

Holla halloo blogger.....udah lama ga cuap-cuap bareng di blog saya ini. Terkadang inspirasi datang begitu cepat dan sangat bervariasi, tapi kali ini inspirasi saya menghilang entah kemana dan saya pun tidak tau apa yg sedang dilakukan oleh si inpirasi selama ini. Mungkin inspirasi bisa dikatakan seperti jelangkung “ Datang tak dijemput pulang pun tak diantar” tetapi bukan itu yang saya inginkan, karena saya sangat mengharapkan inspirasi akan selalu datang kapanpun dan menemani hari-hari saya, karena inspirasi dapat membuat saya menjadi lebih kreatif. Sebenarnya sih saya bukan seseorang yg kreatif ataupun mempunyai banyak ide, tetapi saat ini saya hanya mencoba menulis apa yang ada di pikiran saya secara spontan dan menuangkan itu semua disini. Seandainya saja saya mempunyai banyak inspirasi ataupun ide, mungkin saya akan menjadi penulis terkenal seperti Raditya Dika misalnya. Tapi itu semua hanya khayalan saya yang melintas sangat cepat di pikiran ini, bahkan hanya beberapa detik khayalan itu ada di pikiran saya, melintas seperti burung yang sedang terbang dengan cepat lalu ia menabrak pohon sampai akhirnya terjatuh dan setelah itu wasalam..hahaa....
Ya semoga saja inspirasi yang akan saya dapatkan tidak seperti burung itu nasibnya, sungguh sangat malang sekali nasib saya jika inspirasi akan mati. Lalu kemana saya harus mencari inspirasi? Ada yang mau bantuin saya ga buat cari inspirasi supaya saya tidak kekeringan kreatifitas dan bisa menjadi manusia yang dapat berkarya walaupun hanya melalui tulisan, ya walaupun tulisannya kurang bermutu ataupun kurang menarik yang penting saya bisa menyumbangkan inspirasi yang saya dapatkan kepada kalian semua (^_^).
Saat ini pun saya bersyukur karena inspirasi bersedia hadir di pikiran saya, tidak banyak memang tapi saya senang karena siang ini saya dapat mengunjungi blog saya dan merubah designnya walaupun tidak banyak. Dan inilah perubahan yang terjadi pada blog saya berkat adanya inspirasi, see you (^_^).

Rabu, 12 Oktober 2011

Perilaku Konsumen

Pengertian Konsumen menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Ciri-ciri Konsumen :
a) Loyal terhadap produk
b) Adanya komunikasi yang bersifat positif
c) Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli produk
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Segmentasi pasar sangat penting peranannya dalam penerapan strategi pemasaran. Pengembangan pemasaran didukung oleh beberapa faktor, diantaranya penentuan harga jual. Selain harga jual untuk memastikan keberhasilan suatu pemasaran salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan adalah segmentasi pasar.
Menentukan segmentasi pasar adalah langkah yang harus dilakukan sebelum menjual suatu produk dijual ke pasar. Hal tersebut terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai prospektif dalam strategi pemasaran. Penentuan segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa konsumen yang prospek menjadi bagian kecil.


Keputusan Pembelian
Dalam memahami perilaku konsumen, terdapat banyak pengaruh yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk atau merek. Pada kebanyakan orang, perilaku pembelian konsumen seringkali diawali dan dipengaruhi oleh banyaknya rangsangan (stimuli) dari luar dirinya, baik berupa rangsangan pemasaran maupun rangsangan dari lingkungan yang lain. Rangsangan tersebut kemudian diproses (diolah) dalam diri, sesuai dengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusan pembelian. Karakteristik pribadi konsumen yang dipergunakan untuk memproses rangsangan tersebut sangat komplek, dan salah satunya adalah motivasi konsumen untuk membeli.
Menurut Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Albari (2002) menyatakan bahwa motivasi sebagai kekuatan dorongan dari dalam diri individu yang memaksa mereka untuk melakukan tindakan. Jika seseorang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku menguasai produk tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka dia akan mencoba untuk menghindari obyek yang bersangkutan. Implikasinya dalam pemasaran adalah untuk kemungkinan orang tersebut berminat untuk membeli produk atau merek yang ditawarkan pemasaran atau tidak.